Askar Wataniah Dilarang Ikut Pilkada

19 02 2008

daskar_pilkada.jpg
Liputan6.com, Samarinda: Keberadaan warga negara Indonesia yang menjadi anggota Askar Wataniah berbuntut pada status politik mereka di Tanah Air. Komisi Pemilihan Umum Kalimantan Timur secara tegas melarang WNI yang berkewarganegaraan Malaysia ikut pemilihan Gubernur Kaltim 26 Mei mendatang.

KPU Kaltim meminta Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil terutama di wilayah perbatasan Indonesia-Malaysia diminta untuk benar-benar mengecek data pemilih sebelum pilkada berlangsung. Menurut Elvyani Gaffar, anggota KPU Kaltim, WNI yang menjadi anggota Askar Wataniah langsng dicoret dari daftar pemilih.

Hingga saat ini belum ada penjelasan bulat soal informasi keberadaan WNI yang direkrut menjadi anggota Askar Wataniah ataupasukan cadangan Tentara Darat Diraja Malaysia. Mereka umumnya telah menjadi permanent resident dan tinggal di Malaysia lebih dari lima tahun [baca: Keberadaan WNI di Askar Wataniah Masih Diselidiki].(IAN/Imron Rosyadi)[sumber www.liputan6.com]





Ratusan WNI Direkrut Menjadi Tentara Malaysia

19 02 2008
Liputan6.com, Jakarta: Komisi Pertahanan DPRtentara-bayaran.jpg

mengungkapkan bahwa ada ratusan warga Indonesia yang direkrut menjadi Askar Wataniyah atau milisi milter Malaysia. Selain diberi gaji, warga Indonesia yang menjadi Askar Wataniyah juga mendapat kewarganegaraan Malaysia.

Berdasarkan sumber SCTV, Askar Wataniyah ini pernah dilibatkan dalam latihan militer bersama antara TNI pada tahun 2006. Selain diajarkan baris-berbaris, anggota Askar Wataniyah diajarkan strategi perang dan penggunaan alat-alat perang. Warga yang direkrut ini ditempatkan sebagai tentara penjaga perbatasan di Kalimantan.

Anggota Komisi Pertahanan DPR, Happy Bone Zulkarnaen mengatakan kasus ini jangan dibiarkan berlarut-larut karena dampaknya berbahaya. “Kalau terjadi kontak senjata atau [kontak] fisik maka kita baku bunuh dengan saudara kita sendiri,” ungkap Happy Bone Zulkarnaen di Jakarta.

Sementara itu Panglima TNI Jenderal Djoko Santoso telah memerintahkan Pangdam untuk mengecek kebenaran berita ini. “Jadi saya belum bisa memberikan respons secara tepat,” kata Djoko Santoso. Namun jika terbukti maka warga yang menjadi tentara Malaysia akan diproses hukum.

Perekrutan warga Indonesia menjadi milisi Malaysia tak lepas dari makin sulitnya perekonomian di perbatasan. Menjadi tentara Malaysia adalah pilihan untuk bertahan hidup. Selain keutuhan NKRI, hal terburuk jika suatu saat terjadi bentrok maka TNI akan perang dengan rakyat sendiri.(JUM/Tim Liputan 6 SCTV)[sumber www.liputan6.com]